Monday, August 29, 2016

PENDIDIKAN CINTA TANAH AIR

BANGGA DENGAN INDONESIA Pada tahun 2016 ini, sudah 71 tahun Indonesia Merdeka. Semangat cinta tanah air dan bangga dengan Indonesia yan... thumbnail 1 summary

BANGGA DENGAN INDONESIA

Pada tahun 2016 ini, sudah 71 tahun Indonesia Merdeka. Semangat cinta tanah air dan bangga dengan Indonesia yang digelorakan para pejuang dulu, perlu digelorakan kembali, mengingat generasi sekarang tantangannya berbeda dengan generasi perjuangan. Jika generasi dahulu bangga dengan segala hal berbau Indonesia, generasi sekarang lebih bangga dengan segala hal berbau bukan Indonesia. Jika generasi dahulu anti dengan roti yang identik dengan makanan penjajah, generasi sekarang begitu bangga dengan roti atau burger yang identik dengan luar negeri.

Generasi sekarang menghadapi perang “non fisik” yang hingga saat ini masih berlangsung. Perang yang lebih sulit, karena sulit membedakan mana kawan mana lawan, mana yang hendak menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan yang hendak menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu marilah kita bersama-sama kembali memupuk rasa nasionalisme, rasa cinta terhadap Indonesia, karena INDONESIA ITU HEBAT.

Berikut beberapa tulisan yang dikutip dari beberapa sumber, bisa menunjukkan kalo INDONESIA ITU HEBAT, dan RAKYATNYA HEBAT, yang dapat memupuk rasa cinta tanah air:

1.      GAMBAR GOA TERTUA SEJAGAT ADA DI SULAWESI

PENINGGALAN KUNO INDONESIA
Setelah ditemukannya sebuah gambar tangan di Leang Timpuseng, kawasan pegunungan kapur (Karst) di Maros, Sulawesi. Dan setelah dilakukan penelitian mendalam, maka gambar tersebut dinobatkan sebagai stensil tangan tertua di dunia. Usianya minimal 39.900 tahun. Dan hasil karya leluhur manusia Indonesia ini mengalahkan gambar tangan tertua sebelumnya di El Castillo, negara Spanyol, yang berusia minimal 37.300 tahun. 

Dengan merujuk dari data tahun 2014 lalu, usia gambar tangan terungkap berkat kerja sama Balai Arkeologi Makassar, Pusat Arkeologi Nasional, Balai Peninggalan Cagar Budaya Makassar, Universitas Wollongong dan Universitas Griffith Australia dalam penelitian sepanjang tahun 2011-2013. Sedangkan arkeolog yang terlibat antara lain Max Aubert dari Universitas Griffth, Adam Brumm (Universitas Wollongong), T Sutikna dan EW Saptomo (Pusat Arkeologi Nasional), Budianto Hakim (Balai Arkeologi Makassar), dan Muhammad Ramli dari BPCB Makassar.

2. SITUS GUNUNG PADANG MERUPAKAN PIRAMIDA TERTUA SEJAGAT


piramuda tertua
Situs purbakala Megalitikum Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Propinsi Jawa Barat ini merupakan situs piramida berjenis pundan berundak peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia, merupakan peninggalan tertua di dunia, hal ini jika dilihat dari penanggalan karbon atau carbon dating, situs ini dibuat sekitar 9.000 hingga 20.000 tahun lalu, mengalahkan piramida Mesir yang dibuat hampir 5.000 tahun lalu.

Demikian ungkapan dari ahli Geologi Dr. Danny Hilman. Situs yang ditemukan sekitar tahun 1914 tersebut merupakan salah satu peninggalan sejarah terbesar yang ada di Indonesia dan merupakan situs megalithikum terbesar di Asia Tenggara hingga saat ini.

Peninggalan situs yang terdiri dari puing-puing ini dianggap sakral oleh masyarakat lokal Sunda. Situs gunung padang tersebut sepertinya memang dibangun bertujuan sebagai tempat ibadah.

piramida tertua di indonesia
Untuk melakukan ritual ibadah, orang-orang prasejarah harus mendaki sambil menumpuk batu-batu itu untuk dibuat piramida. Cara menumpuk material/bahan-bahan tersebut memang cukup kuno dalam pembangunan. Sebagian orang masih berpikir bahwa orang-orang prasejarah itu primitif, namun dari monumen yang ditemukan terutama di situs gunung padang, rupanya hal tersebut tidak benar. Piramida seperti yang ada di gunung Padang itu akan jadi bukti akan keberadaan peradaban kuno yang maju di pulau Jawa. Sebagian besar situs merupakan buatan manusia, mungkin dibangun oleh generasi beberapa abad sebelum generasi Indonesia sekarang.

perkiraan bentuk situs gunung padang

3. BAHAN KAYU SITUS KAPAL NABI NUH BERASAL DARI KAYU JATI PULAU JAWA

gunung ararat situs kapal nabi nuh
Pada Tahun 1949, ditemukan benda mirip kapal di atas Gunung Ararat Turki di ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 meter) diduga sebagai situs kapal Nabi Nuh AS yang awalnya ditemukan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat.

Kemudian, dimuat dalam berita Life Magazine pada 1960, saat pesawat Tentara Nasional Turki menangkap gambar sebuah benda mirip kapal yang panjangnya sekitar 150 meter. Lalu, penelitian dan pemberitaan tentang dugaan kapal Nabi Nuh a.s. (The Noahs Ark) terus berlanjut hingga kini.

Pemotretan yang dilakukan oleh penerbang Amerika Serikat, Ikonos, pada 1999-2000 tentang dugaan bahwa ada kapal di Gunung Ararat yang tertutup salju, memperkuat bukti dugaan tentang kapal Nabi Nuh a.s. itu.
situs purbakala peninggalan kapal nabi nuh di turki

Dari hasil kerjasama penelitian para arkeolog Turki dan China menyebutkan, bahwa kayu yang digunakan untuk membuat kapal Nabi Nuh (Noah) merupakan kayu jati purba yang berasal dari Pulau Jawa.

Gabungan peneliti arkeolog-antropologi dari dua negara, China dan Turki yang beranggotakan 15 orang, sekaligus pembuat film dokumenter tentang situs kapal Nabi Nuh a.s. itu, telah menemukan bukti baru. Mereka mengumpulkan artefak dan fosil-fosil berupa serpihan kayu kapal, tambang, dan paku.


Hasil Laboratorium Noahs Ark Minesteries International, China-Turki, setelah melakukan serangkaian uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukan bukti yang mengejutkan. Apa itu? Bahwa fosil kayu Kapal Nabi Nuh a.s. berasal dari kayu jati purba yang ada di Pulau Jawa.

Mereka telah meneliti ratusan sampel kayu purba dari berbagai negara, dan memastikan, bahwa fosil kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah 100% cocok dengan sampel fosil kayu Kapal Nabi Nuh A.S.



4. LEGENDA BENUA ATLANTIS ADALAH INDONESIA

atlantis ada di indonesia
Salah satu teori kontroversial mengenai Atlantis adalah yang menyebutkan kalau Indonesia merupakan lokasi sebenarnya dimana benua dalam legenda itu berada. Wilayah semenanjung Melayu, termasuk Sumatera, Jawa, dan Kalimantan dulunya merupakan satu benua besar yang disebut Sundaland.

Secara logika, ketika dunia masih masa zaman es, pastilah hanya wilayah yang berada tepat di atas garis tropis atau khatulistiwa yang dianggap paling nyaman, dimana pada saat itu matahari menyinarinya dengan lebih hangat.
Karenanya, hanya pada wilayah itu yang dapat menopang sistim pertanian dan kehidupan manusia pada masa itu.

Ketika akhir zaman es, terjadilah banjir besar akibat lelehan es dan menenggelamkan sebagian dataranSundaland yang akhirnya membuat sebagian benua tersebut ada dibawah air.
Akibatnya, yang di masa lalu hanya ada satu daratan besar, kini akhirnya hanya menyisakan daratan-daratan terpisah atau disebut sebagai pulau-pulau, seperti yang kita kenal sekarang.
Pulau-pulau itu terbentuk dari daratan-daratan yang tinggi pada masa zaman es di daerahSundaland, atau kini adalah daerah Indonesia.

pengarang buku atlantis adalah indonesia
Setelah bumi menjadi lebih hangat, maka para leluhur manusia yang ada diatas garis tropis di Indonesia itu mulai berani untuk bermigrasi ke arah atas dan bawah dari wilayah khatulistiwa dan kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Banjir bandang inilah yang diyakini telah melahirkan legenda tentang Atlantis yang disebarkan oleh para imigran, termasuk Plato, di “benua baru” atau di “tanah baru”, yaitu wilayah atau benua-benua diluar Indonesia.

Setelah meneliti selama 30 tahun Profesor Arysio Santos menyimpulkan benua Atlantis adalah Indonesia, seperti yang dia ungkap dalam bukunya “Atlantis, The Lost Continent Finally Found’

5. PUSAT PERADABAN BERASAL DARI INDONESIA


awal peradaban

Pada Oktober tahun 2010 lalu, Indonesia kedatangan seorang ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Universitas Oxford, Inggris. Dia adalah Stephen Oppenheimer. Sejarah selama ini mencatat bahwa induk peradaban manusia modern itu berasal dari Mesir, Mediterania dan Mesopotamia.



Namun lewat buku Stephen Oppenheimer yang merupakan catatan perjalanan penelitian genetis populasi di dunia, ia mengungkapkan bahwa peradaban yang ada hingga kini, sesungguhnya berasal dari Timur, khususnya Asia Tenggara.




Tetapi menurutnya, nenek moyang dari induk peradaban manusia modern lebih spesifik berasal dari tanah Melayu yang sering disebut denganSundaland atau daerah di Indonesia.
Pernyataannya itu seolah mendukung sejumlah teori yang menyatakan bahwa beberapa temuan di Indonesia telah menjadi tonggak dari peradaban dunia selama ini.

6. PEMECAH RUMUS MATEMATIKA (PERSAMAAN HELMHOLTZ)

Pemecah persamaan helmholtz

Selama 30 tahun belum ada yang mampu menyelesaikan Persamaan Helmholtz. Persamaan Helmholtz yang berhasil dipecahkan oleh Dr Yogi Ahmad Erlangga, membuat banyak perusahaan minyak dunia gembira. Pasalnya, dengan rumus temuan Yogi itu mereka dapat lebih cepat dalam menemukan sumber minyak di perut bumi. Rumusnya juga bisa diaplikasikan di industri radar, penerbangan, dan kapal selam. 

Hasil riset laki-laki berjenggot lebat ini menghebohkan dunia terutama dengan kemungkinan membuat profil 3 dimensi dari cadangan minyak. Metode dia berhasil memproses data-data seismik seratus kali lebih cepat dari metode yang sekarang biasa digunakan. Temuannya ini membuat namanya melambung. Rumus matematika yang dikembangkannya membuat ribuan insinyur minyak bisa bekerja cepat. Akurasinya tinggi. Dan akhirnya si raja minyak banyak berhemat. Pasalnya, Shell selalu mempunyai masalah dalam menemukan sumber minyak bumi. Persamaan ini membutuhkan biaya yang besar, perhitungan waktu, penggunaan komputer serta memori.


Pada Desember 2001, Yogi mengajukan diri untuk melakukan riset tentang Persamaan Helmholtz kepada Universitas Tehnologi Delft dengan sponsor Shell. Perusahaan minyak raksasa Shell memintanya menyelesaikan Persamaan Helmholtz secara matematika numerik yang dapat dipakai pada semua masalah (robust). Akhirnya pada Desember 2005, ia berhasil memecahkan persamaan tersebut.



7. Bersambung . . . . . . .




sumber : google, wikipedia, ICC, dll

4 comments

  1. Replies
    1. Benar, karena menurut penelitian demikian. Juga bisa ditarik benang merah dengan situs-situs purbakala yang tergolong sangat tua yang ada di Indonesia

      Delete