Rabu, 21 September 2016

GARUDA

ELANG Manusia dalam menjalani hidup pasti pernah mencicipi yang namanya musibah, halangan dan cobaan. Kualitas manusia bisa diketah... thumbnail 1 summary

burung garudaELANG


Manusia dalam menjalani hidup pasti pernah mencicipi yang namanya musibah, halangan dan cobaan. Kualitas manusia bisa diketahui dari reaksinya dalam menghadapi masalah. Ada berbagai tipe manusia saat menghadapi masalah. Tipe pertama adalah mengambil keputusan untuk maju dan menerima tantangan untuk kemudian bertekad untuk menaklukkannya, Tipe kedua adalah tidak mengambil keputusan, sehingga masalah beriringan dengannya, Tipe ketiga adalah mengambil keputusan untuk menghindari masalah.

Jika kita adalah manusia tipe kedua dan ketiga, maka segeralah berubah menjadi tipe pertama. Ingat!!! Batu tidak akan berubah jadi permata kalau batu itu belum mendapat tekanan yang kuat dan bertubi-tubi dari alam sekitarnya. 

Sama seperti manusia, manusia tidak akan memancar kekuatan dan kelebihannya kalau belum mendapat tekanan yang kuat dari sekelilingnya. Alam mengajari manusia segala hal, segala sesuatu itu membutuhkan proses. Dan proses itu terkadang, bahkan sering menyakitkan bagi kita. Akan tetapi semakin kita berani menghadapi dan kita mau untuk menjalani prosesnya, maka akan lebih mudah bagi kita mengatasi hal yang sama di masa mendatang. Kita terkadang sangat suka menghindari “suatu proses” yang menyakitkan itu. Kita lebih suka berada di daerah/zona yang nyaman, padahal ilmu serta pengalaman tidak akan pernah datang kepada kita, kalau kita tidak sudi mencoba hal-hal yang baru, yang berguna bagi kita.

Di alam kita bisa meniru binatang-binatang perkasa yang telah lolos ujian dalam menghadapi kerasnya kehidupan. 

Kita ambil contoh burung ELANG.

Burung Elang… tentunya kita semua sepakat untuk mengkategorikan hewan ini sebagai salah satu jenis unggas yang perkasa. 

burung elang animasi
Burung Elang melambangkan suatu keperkasaan, cakar dan kakinya yang kuat, kukuh mencengkeram mangsa makanannya walaupun berat mangsa Elang bisa 3 kali lebih berat tubuh Elang, mata Elang yang tajam dengan penglihatan luar biasa, paruh Elang yang tajam, serta burung Elang bisa terbang mengepakkan sayapnya berkilo-kilometer jauhnya dari awal burung Elang terbang.

Mengenai umur, burung Elang memiliki umur yang panjang, karena bisa sampai 70 tahun, sedang bagi manusia, di usianya ke-70 tahun, manusia tentu sudah menjadi renta dan mungkin tak berdaya. Namun, bagi seekor burung Elang untuk dapat sampai di usianya 70 tahun, burung Elang harus membuat suatu keputusan besar dalam hidupnya. Karena di usianya yang ke-40 tahun, burung Elang harus mengambil KEPUTUSAN BERAT.

Burung Elang Pada usianya ke-40 tahun akan mengalami tantangan kesulitan hidup yang luar biasa. Paruhnya menjadi panjang sekali, sehingga bengkok hingga hampir mencapai dada burung elang, sehingga sulit untuk mencabik mangsa. Hal ini menyebabkan burung Elang sering kelaparan.
Demikian pula dengan kuku cakar burung Elang yang menjadi andalannya untuk menangkap mangsa dan menyerang musuh lainnya, akan menjadi panjang namun rapuh sekali. Dan bulu-bulu tubuh burung Elang yang semakin tebal dan panjang, sehingga tubuhnya menjadi berat, burung Elang tidak mampu terbang dengan bebas. Bila kondisi tersebut dibiarkan, tentu akhirnya burung Elang akan semakin melemah dan akhirnya mati tak berdaya menghadapi keadaan tersebut. Burung Elang yang perkasa itu, tidak bisa lagi mencari makan.

Dalam keadaan tersebut hanya ada dua pilihan keputusan yang harus diambil oleh burung Elang. Dan keputusan berat itu adalah:

1. Berdiam diri, menerima nasibnya, kemudian MATI perlahan-lahan. Atau 

2. Bertransformasi melewati proses yang SANGAT BERAT DAN MENYAKITKAN untuk bisa bertahan hidup sampai 30 tahun kemudian.

Apa proses transformasi yang harus dilakukan burung Elang?
eksotis
Proses ’transformasi’ diri. mengharuskan burung Elang untuk menyendiri di daerah puncak gunung dan membangun sarang disana.
Langkah tindakan pertama yang dilakukan burung Elang adalah mematukkan paruh sekeras-kerasnya ke bebatuan hingga paruhnya lepas, aktivitas ini tentu berat dan menyakitkan.
Setelah paruh lepas, burung Elang harus menunggu paruh baru tumbuh selama lebih kurang 5 bulan lamanya sampai paruh menjadi cukup kuat bagi burung Elang.
Burung Elang akan menancap-nancapkan cakar kakinya ke tanah dan batu sampai cakar itu habis atau rontok, atau harus mencabuti semua kuku-kuku di cakar. dan menunggunya tumbuh kembali!
setelah mencabuti kuku-kuku cakar, burung Elang harus mencabuti bulu-bulu di tubuhnya satu persatu. betapa menderitanya, badan tanpa bulu, bagi kebanyakan burung, tentu sangat tersiksa merasakan dingin yang sangat di atas puncak gunung, terutama bila malam tiba.
burung Elangpun akan mencabuti bulu-bulu tuanya satu per satu dengan telaten, dan menunggu bulu barunya untuk tumbuh kembali!

Akhirnya….setelah melaui proses yang menyakitkan tersebut, paruh, cakar kaki dan bulu-bulu baru burung Elang akan tumbuh dengan yang baru, dan setelah cukup kuat, burung Elang akan terbang kembali untuk pertama kalinya untuk dapat memulai kehidupan berikutnya yang dapat berlangsung sampai 30 tahun lagi!

Pendidikan atau pelajaran yang kita bisa ambil dari kehidupan Elang adalah….

Burung Elang, hewan yang dianggap perkasa, predator, kuat, ternyata harus sedemikian sengsara menjalani sebuah proses yang menyakitkan, ternyata hanya untuk satu hal, untuk bertahan hidup.

Adapun pilihan burung Elang hanya ada 2, Mau menjalani proses menyakitkan tersebut untuk bisa mendapatkan tambahan 30 tahun usia lagi, atau tidak mau menjalani proses menyakitkan dan kemudian mati perlahan-lahan.

Bagaimana dengan kehidupan kita?

Burung Elang hanya punya 2 pilihan. Sedang kita punya beribu-ribu pilihan, tapi terkadang kita menolak menjalani sebuah proses yang akan menempa kita untuk lebih kuat lagi…….
burung garuda






TO LIVE AND SURVIVE FOR A BETTER FUTURE!!!!









sumber : Patriotgaruda, deviantart, google, wikipedia, dll

Tidak ada komentar

Posting Komentar