Monday, September 19, 2016

KNOWING VS BEING

KNOWING VS BEING Teman saya bercerita bahwa pada suatu hari dia telah kedatangan seorang kenalan, seorang tamu dari salah satu neg... thumbnail 1 summary

KNOWING VS BEING


disiplin
Teman saya bercerita bahwa pada suatu hari dia telah kedatangan seorang kenalan, seorang tamu dari salah satu negara di Eropa, teman saya menawarkan kepada kenalannya yang bule itu untuk melihat-lihat objek wisata kota di Ibukota Indonesia, yaitu Jakarta.

Ketika mereka sedang berjalan-jalan, dan pada saat mereka ingin menyeberang di suatu jalan, kawan bule teman saya ini selalu berusaha untuk mencari zebra cross ketika hendak menyeberang.
Ini menarik, berbeda dengan teman saya dan orang Jakarta kebanyakan yang dengan santai dan tanpa beban menyeberang dimana saja mereka suka, bule teman saya ini tetap saja tidak terpengaruh oleh situasi di sekitarnya, dan terus berusaha mencari zebra cross pada saat setiap kali dia mau menyeberang. Seperti kita ketahui bersama, bahwa di Indonesia tidak setiap jalan dilengkapi dengan zebra cross, tempat yang disediakan untuk menyeberang bagi pejalan kaki. Bahkan di beberapa tempat, zebra cross digunakan para pengendara kendaraan bermotor untuk berdiam diri sejenak sambil menunggu lampu hijau menyala di rambu lalu lintas.
disiplin berlalu lintas


Dan yang lebih membuat malu teman saya ketika menemani bule temannya itu, Walaupun telah disediakan zebra cross untuk menyeberang, akan tetapi tetap saja para pengemudi kendaraan tidak mau memberikan jalan dan tetap melajukan kendaraan dengan cepat sehingga bule  rekan teman saya sering menggeleng-gelengkan kepalanya tanda begitu ‘kagum’nya terhadap prilaku bangsa Indonesia, terutama di Jakarta.

Tertarik dengan kelakuan bule temannya itu, kemudian teman saya coba menanyakan pandangan bule rekan jalan-jalan teman saya ini mengenai kebiasaan menyebrang jalan yang dilakukan tadi.
Teman saya bertanya kepada bule rekan jalan-jalannya “mengapa orang-orang di negara kami ini menyeberang tidak pada tempatnya, walaupun mereka tahu bahwa Zebra Cross itu merupakan tempat untuk menyeberang jalan. Sementara bule teman saya itu selalu konsisten untuk mencari zebra Cross meskipun tidak semua jalan di Jakarta dilengkapi dengan penyeberangan atau zebra cross.
zebra cross kreatif

Bule teman saya itu kemudian menjawab pertanyaan teman saya.
“ It’s all happened because of The Education System.”
Jleb!! Jawaban yang singkat, namun menusuk. Bukan main kagetnya teman saya mendengar jawaban bule rekan jalan-jalannya.
Teman saya bertanya “Apa hubungan menyebrang jalan sembarangan atau tidak melalui zebra cross dengan sistem pendidikan kami?”

Lalu bule tadi melanjutkan penjelasannya,
Di dunia ini sebenarnya ada dua jenis sistem pendidikan yang dianut di negara-negara di dunia, yang pertama adalah suatu sistem pendidikan yang ternyata hanya menjadikan anak-anak didik kita menjadi hanya sekedar mahluk “Knowing” atau dalam artian hanya sekedar tahu saja, sedangkan pada sistem pendidikan yang lanin mencetak anak-anak menjadi mahluk “Being”.
“Maksudnya?” teman saya masih belum mengerti

Ya kebanyakan sekolah yang ada termasuk di Indonesia, saya rasa hanya bisa mengajarkan banyak hal untuk diketahui para siswanya di sekolah, sementara sekolah-sekolah tadi tidak mampu atau kurang sadar untuk membangun kesadaran siswanya untuk mau melakukan apa yang dia ketahui itu sebagai bagian dari kehidupannya sehari-hari. Sehingga anak-anak di Indonesia tumbuh hanya untuk menjadi “Mahluk Knowing” yaitu hanya sekedar mengetahui bahwa zebra cross adalah tempat menyeberang, tempat sampah adalah untuk membuang sampah akan tetapi mereka tetap menyeberang sembarangan dan membuang sampah sembarangan.
buang sampah sembarangan

Sekolah-sekolah di Indonesia semacam ini biasanya memiliki banyak sekali mata pelajaran yang diajarkan, hingga tak jarang membuat para siswanya stress, tidak fokus dan mogok sekolah, segala macam di ajarkan dan banyak hal yang di ujikan, tetapi tak satupun dari siswa yang menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari setelah ujian dilakukan.
Karena ujiannya itupun hanya sekedar tahu…“Knowing”.
tugas menumpuk

Sedangkan di negara saya, sistem pendidikan benar-benar di arahkan untuk mencetak individu-individu yang tidak hanya sekedar tahu apa yang benar, apa yang salah, akan tetapi mereka juga diajarkan mau melakukan apa yang benar sebagai bagian dari kehidupannya sehari-hari.
Di negara saya, anak-anak hanya di ajarkan 3 mata pelajaran pokok yakni Basic Sains, Basic Art dan Sosial yang 
kemudian dikembangkan melalui praktek langsung dilapangan, yaitu dalam kehidupan sehari-hari dan studi kasus vs kejadian nyata diseputar kehidupan mereka sehari-hari.
Anak-anak atau siswa-siswa di sekolah kami tidak hanya tahu, melainkan mereka juga harus mau menerapkan ilmu yang diketahuinya di sekolah didalam keseharian kehidupan mereka.
peringatan lucu dan kreatif

Nantinya anak-anak ini juga tahu persis alasan dan akibat mengapa mereka mau melakukan sesuatu atau tidak mau melakukan sesuatu seperti yang diajarkan.
Dan cara ini mulai di ajarkan pada anak sejak usia mereka masih sangat muda supaya nanti terbentuk sebuah kebiasaan yang pada akhirnya kelak akan membentuk karakter mereka menjadi mahluk “Being”.
Yakni individu-individu yang melakukan apa yang mereka tahu benar dan berdampak baik bagi diri sendiri maupun untuk yang lain.

Wow, sungguh menakjubkan penjelasan tadi.

Dan ternyata betapa sekolah begitu memegang peran yang sangat penting bagi pembentukan perilaku dan karakter anak-anak bangsa Indonesia.

Dan betapa sebenarnya sekolah tidak hanya berfungsi sebagai suatu lembaga sertifikasi yang hanya mampu memberi ijasah para anak bangsa Indonesia.

Maka, kita mestinya lebih mengarahkan pendidikan untuk mencetak suatu generasi yang tidak hanya sekedar tahu “Knowing”  tentang hal-hal yang benar untuk dilakukan tapi lebih penting lagi untuk mencetak anak-anak  Indonesia yang "Being", yang mau melakukan apa-apa yang mereka ketahui itu benar dan berdampak positif bagi diri sendiri dan sekitarnya

generasi muda ceria


Mari mencetak manusia-manusia yang “Being”.








No comments

Post a Comment