Saturday, September 17, 2016

LUNAS DENGAN MIE AYAM

LUNAS DENGAN MIE AYAM & BOTOL SIRUP Di suatu perkampungan padat di tengah kota, tampak seorang gadis kecil sedang membantu ayahny... thumbnail 1 summary

LUNAS DENGAN MIE AYAM & BOTOL SIRUP

UANG RUPIAH
Di suatu perkampungan padat di tengah kota, tampak seorang gadis kecil sedang membantu ayahnya berjualan mie ayam. Dengan riang dia membantu mencuci piring bekas pembeli di warung ayahnya. Ibunya sudah lama meninggal, oleh karena itu hanya dia berdua dengan ayahnya mengelola warung mie ayam yang juga merupakan tempat tinggal mereka.
Saat asyik-asyiknya mencuci piring bekas pembeli, si gadis kecil mendengar suara ribut-ribut dan teriakan penuh amarah dari samping warungnya.

Bergegas gadis kecil itu keluar dari warung diikuti oleh ayahnya yang juga mendengar suara ribut-ribut dari samping warung.
nenek arogan
Tampak olehnya nenek tetangga sebelah rumah tampak marah-marah sambil mencaci maki seorang anak laki-laki kecil yang ada didepannya, sesekali tangannya mendorong-dorong kepala anak laki-laki tersebut, sementara si anak laki-laki itu hanya menunduk, diam membisu tanpa ada niat untuk melawan, hanya linangan air mata tanpa tangisan yang tampak dari kedua bola matanya.

"Dasar setan, masih kecil sudah mencuri, kalau sudah besar mau jadi apa kamu..... rampok? memangnya orang tua kamu gak kasih kamu uang buat jajan? sampai-sampai kamu berani mencuri!... jawab!" bentak nenek tetangga sambil tangannya kembali mendorong kepala anak kecil itu.

"Sudahlah nek, biar aku beli, biar aku bayar apa yang dicuri anak itu, berapa harganya? kata ayah gadis kecil itu. Sementara si gadis kecil yang berada di sampingnya hanya diam, tapi dari raut wajahnya tampak dia protes dengan keputusan ayahnya itu, karena dia sendiri jarang mendapat uang jajan dari si ayah, kok ini ada anak laki-laki tidak dikenal, ayahnya sukarela mau membayar apa yang dicuri oleh anak laki-laki tersebut.

"3 botol sirup demam ini, semuanya 30 ribu." Jawab si nenek ketus.

"Nak ambilkan uang kita ditempat meja mie ayam." Perintah si ayah. Gadis kecil itu hanya cemberut mengikuti perintah si ayah,

"Jangan lupa tolong bungkuskan satu mie ayam untuk anak laki-laki ini ya nak."

Bertambah cemberut muka si anak gadis tersebut. Dasar.... uda mencuri, dibayari...eh malah dapat mie ayam, gerutu si anak gadis dalam hati.

"Kenapa kamu mengambil barang yang bukan milikmu nak?" Tanya si ayah penjual mie ayam tersebut.

"Ibuku sakit deman sudah 2 hari, dan aku gak punya uang."

"Ayahmu?"

"Ayahku sudah meninggal saat aku umur 2 tahun." Jawab anak laki-laki itu sambil berurai air mata, sesekali dengan suara isak tangis yang ditahan.

penjual mie ayam
Terharu si penjual mie ayam, lalu berkata "baiklah 3 botol sirup ini aku bayar."

Saat si gadis kecil menyerahkan 1 bungkus mie ayam dan uang ke ayahnya, berkata si ayah kepada anak laki-laki itu:

"Ini ada 1 bungkus mie ayam buat kamu, selain 3 botol sirup yang sudah aku bayar ke nenek tadi. Tapi aku minta tolong jangan mencuri lagi, bekerjalah... apa saja yang penting halal, terutama yang bisa bermanfaat bagi orang lain."

Si anak laki-laki itu hanya diam sambil memandang penjual mie tersebut, kemudian pergi berlari sambil menyambar mie ayam dan 3 botol sirup yang dipegang oleh penjual mie ayam tadi.

"Huuu..... dasar gak tahu berterima kasih" kata gadis kecil anak dari penjual mie ayam tersebut.

"Sudahlah nak, ayo kita kembali kerja.... tuh pelanggan sudah ada yang menanti."

"Ayah siih, terlalu baik hati.... uang kita kan habis..... uda capek-capek kerja...eh uangnya malah buat orang lain. Kemarin-kemarin malah kasih makan gratis ke pengemis, gimana sih pak"

Penjual mie ayam hanya tersenyum mendengar protes dari putri satu-satunya tersebut.

20 tahun kemudian........

Gadis kecil yang dulu ketus itu kini tumbuh menjadi gadis cantik yang ramah dan cekatan, dia selalu berada di samping ayahnya yang telah tampak memutih rambutnya, membantu sebisa mungkin ayahnya yang makin menua.


Saat asyik mencuci piring bekas pelanggan, tiba-tiba gadis itu mendengar suara benda jatuh, seketika dia menoleh ke arah suara berasal. Tampak olehnya si ayah jatuh terkapar dengan kepala yang berdarah. Saat itu juga dunia terasa sunyi, tampak orang-orang disekitarnya berkata-kata kepadanya, tapi gadis itu tidak bisa mendengar sama sekali, tatapannya hanya tertuju pada ayahnya yang tergeletak, tiba-tiba dunia menjadi gelap.

pasien icu
Saat siuman dari pingsan, si gadis mendapati dirinya berada di ruangan serba putih yang ternyata adalah sebuah ruangan rumah sakit. Dia jadi teringat ayahnya, segera dia bangkit bangun, ternyata disampingnya ada seorang perawat yang sedang memeriksa keadaan dirinya. Setelah mendengar penjelasan si perawat, baru si gadis merasa lega, ternyata ayahnya sudah tertangani di rumah sakit ini, ayah gadis ini sekarang berada di ruang ICU.

Setelah 2 hari menemani si ayah, gadis cantik itu kembali gelisah, karena setelah berbincang dengan dokter spesialis yang menangani ayah si gadis, baru diketahui kalau ayah si gadis menderita penyakit berat dan berbahaya, ternyata selama ini ayah si gadis merahasiakan penyakit berbahayanya, demikian penjelasan dari dokter spesialis yang masih muda dan ganteng tersebut. Gadis itu merasa seperti mengenal wajah dokter spesialis muda itu, entah di mana.
dokter spesialis
Dan yang mengherankan lagi, dokter spesialis itu begitu antusias dan bersemangat dalam menjelaskan cara menyembuhkan ayahnya, dan dokter spesialis muda itu berjanji akan membantu menyembuhkan ayahnya. Gadis itu sedikit lega, namun kembali gelisah dan bingung setelah mengetahui perkiraan awal biaya yang digunakan untuk menyembuhkan si ayah. 

Dia sudah menghubungi tetangga-tetangganya untuk membantu menjualkan rumah yang mereka tempati untuk membayar biaya operasi, walau harganya masih sangat kurang dari biaya operasi. Karena letak rumahnya tidak strategis, yaitu di tengah perkampungan padat dan kumuh, hingga kini belum ada yang berminat membeli rumah itu. 

Kini yang hanya bisa dilakukan gadis itu hanya berdoa sambil mendampingi ayahnya yang terbaring lemah. Setiap malam dia berdoa, hingga suatu malam dia duduk tertidur sambil bersandar di samping ranjang ayahnya.

Saat bangun esok harinya, dia mendapati sepucuk amplop tergeletak di ranjang ayahnya, dengan tulisan "untukmu". Dengan hati-hati dan penasaran si gadis membuka amplop tersebut dan mendapati di dalam amplop itu terdapat 2 lembar kertas, di lembar pertama tertulis lengkap biaya-biaya yang harus dibayar oleh gadis tersebut, namun yang membuat dia heran biaya-biaya itu tertulis angka nol, dan di bagian bawah sendiri dari lembar pertama itu terdapat stempel rumah sakit yang bertuliskan LUNAS. Tentu saja saja si gadis heran, karena penasaran cepat-cepat dia membaca lembar kedua dari kertas tersebut dan tertulis kata-kata....



"Segala biaya rumah sakit ini 20 tahun lalu telah LUNAS DENGAN MIE AYAM & BOTOL SIRUP"








sumber: google, wikipedia, youtube, dll

No comments

Post a Comment