Kamis, 22 September 2016

SEJARAH .......

N250 Pada tahun 1970, Bacharuddin Jusuf Habibie pulang ke Indonesia atas permintaan presiden Indonesia saat itu, yaitu Presiden Suha... thumbnail 1 summary

N250

gatotkaca n250

Pada tahun 1970, Bacharuddin Jusuf Habibie pulang ke Indonesia atas permintaan presiden Indonesia saat itu, yaitu Presiden Suharto untuk membantu membangun industri dirgantara Indonesia. Dengan berbekal ilmu aerodinamika yang dipelajari di negeri Jerman, B.J. Habibie membangun Industri penerbangan dengan mendirikan Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) pada tahun 1976.

IPTN pada awal-awal pendirian benar-benar membangun pesawat walaupun masih bekerjasama dengan pihak asing, IPTN bekerjasama dengan CASA Spanyol  untuk membangun pesawat, yaitu pesawat CN-235 dan CN-235 ini diluncurkan pada tahun 1983. Ternyata CN-235 hasil kerjasama IPTN Indonesia dan CASA Spanyol ini sukses di pasaran.
Pendiri IPTN
Berbekal kesuksesan dari CN-235, Indonesia berani melakukan lompatan jauh dengan merancang pesawat N-250 hasil rancangan murni putra bangsa Indonesia. Sepak terjang dari IPTN dengan rencana N-250 ini membuat ketar-ketir beberapa produsen pesawat yang sudah mapan di dunia, seperti Fokker, Embraer, Bombardier, ATR dan lain-lain. Mereka bertambah waswas setelah mendengar teknologi yang akan digunakan N-250, yang tidak digunakan oleh para pesaing di kelas yang dibidik oleh N-250, yaitu teknologi Fly By Wire

Untuk menghambat gerak maju IPTN dengan N-250nya, maka para pesaing menghembuskan isu-isu tidak sedap melalui tangan-tangan pakar dirgantara. Semua pengamat ataupun pakar di dunia memprediksi N-250 tidak akan bisa terbang atau maksimal jatuh saat terbang di udara.

Namun sejarah berkata lain, dengan dukungan doa seluruh rakyat Indonesia, ternyata N-250 mampu terbang, mengudara selama 55 menit dan mendarat mulus saat melakukan terbang perdana. Setelah melihat sukses terbangnya N-250 dengan IPTN sebagai induk perusahaannya, maka semua perusahaan produsen pesawat sekelas dengan N-250 harus berpikir dan berhitung ulang, bahkan mau tidak mau mereka harus mendesain ulang pesawatnya. Karena jika tidak, perusahaan-perusahaan tersebut akan rugi besar ditambah dengan rasa malu, karena dikalahkan oleh Indonesia, yang waktu itu dianggap dengan sebelah mata. Karena dari negeri sekelas Indonesialah, pesawat penumpang pertama di dunia yang mengusung teknologi fly by wire itu terlahir. Praktis, bisa dikatakan semua pesawat penumpang yang ada pada waktu itu, tiba-tiba harus menanggung predikat sebagai pesawat kuno alias ketinggalan jaman.

perusahaan bangkrut
Di Belanda, perusahaan DASA, pemegang saham mayoritas Fokker, tiba-tiba secara mendadak melelang kepemilikan sahamnya. Anak perusahaan dari raksasa usaha Daimler Benz dari Jerman ini memilih untuk lebih fokus mengurus bisnis induknya yang bergerak dalam bidang otomotif. Dengan keluarnya DASA dari Fokker, maka perusahaan penerbangan negeri Belanda itu mulai mengalami kerugian terus menerus, dan nilai sahamnya terus merosot. Tidak beberapa lama kemudian, pada tahun 1996, perusahaan Fokker dinyatakan bangkrut. Selain itu, perusahaan sejenis di Eropa pun terancam bangkrut pula, AEROSPATIALE Prancis dan CASA Spanyol harus bekerja keras agar tidak turut bangkrut, akibat terkena efek domino dari munculnya N250.

Beberapa kalangan meyakini, kalau beberapa negara Eropa yang merupakan basis dari perusahaan penerbangan tersebut melakukan konspirasi untuk mematikan gerak maju dari IPTN dengan N-250nya. Bagaimana tidak, IPTN yang kemudian berubah namanya menjadi PT. DI (Dirgantara Indonesia) telah mampu menghilangkan mimpi dan menghilangkan keuntungan perusahaan-perusahaan tersebut yang sudah ada didepan mata. Bahkan IPTN (PT. DI) telah menghilangkan anggaran Research and Development mereka. Industri pesawat Eropa dan dunia menjadi oleng, sehingga melenyapkan PT DI dengan N250nya adalah suatu keharusan.

krismon
Tidak lama kemudian, pada tahun 1997 datanglah Badai Moneter, yang beberapa kalangan menilai jika badai moneter ini sengaja dibuat dengan tujuan akhirnya adalah menaklukkan Indonesia. Karena bangsa-bangsa Eropa tidak lupa akan sejarah,  siapa negara pelopor kemerdekaan di daerah jajahan yang banyak dikuasai bangsa Eropa…. Ya!! INDONESIA lah pelopornya, di mana semangat kemerdekaan ini kemudian merembet ke negara-negara di Asia dan Afrika, yang pada akhirnya membuat bangsa Eropa kehilangan sumber pendapatan yang cukup besar dari negara-negara bekas jajahannya tersebut. Tidak ingin sejarah terulang kembali dengan aktor utama Indonesia, maka bibit penguasaan teknologi penerbangan harus secepatnya dipadamkan. Maka datanglah badai moneter dengan tokoh utamanya IMF. Maka Asia dibuat hancur dengan dilanda krisis ekonomi yang super parah, dan Indonesia merupakan salah satu atau bisa jadi sebagai negara yang paling hancur diterjang krisis. Dengan situasi yang tidak pasti di Indonesia, IMF datang dengan kedok sebagai dewa penolong, walaupun pada kenyataannya mereka tidak lebih sebagai penodong. IMF memaksa IPTN (PT. DI) untuk menghentikan kegiatan produksinya dengan alasan negara terbebani dengan adanya IPTN (PT. DI).  IPTN (PT. DI) juga harus menanggung biaya pesangon yang besar atas aksi PHK besar-besaran yang harus dilakukan IPTN (PT. DI) atas desakan IMF. IPTN (PT. DI) diambang sekarat, bahkan untuk mempertahankan keberadaannya IPTN (PT. DI) harus rela memproduksi panci….. ya panci,… alat masak yang biasa dipakai ibu-ibu rumah tangga. IPTN (PT. DI) juga harus diprivatisasi dengan dijual kepada pihak swasta yang berminat.

Ternyata Alloh SWT masih menyayangi bangsa Indonesia, perusahaan pengelola aset yang diamanati untuk memprivatisasi IPTN (PT. DI), ternyata tidak menemukan pembeli yang berminat, sehingga hal tersebut memberii kesempatan kepada kaum nasionalis untuk kembali menata pola pikirnya, agar bisa mempertahankan setiap tonggak kemajuan bangsa yang pernah dicapainya. Berkat kemauan dan kerja keras, akhirnya PT. DI mampu bertahan hingga kini, bahkan mampu bangkit kembali.





“PUKULAN YANG TIDAK MENJATUHKANMU...... 
AKAN MENGUATKANMU!!!”








2 komentar