Monday, September 26, 2016

WARISAN ADAT INDONESIA YANG BAHAYA DAN MEMACU ADRENALIN

WARISAN ADAT INDONESIA YANG BAHAYA DAN MEMACU ADRENALIN (01) Tradisi Presean. (Deviantart) Indonesia adalah bangsa petarung. Hal ini... thumbnail 1 summary

WARISAN ADAT INDONESIA YANG BAHAYA DAN MEMACU ADRENALIN (01)

Indonesian culture-presean
Tradisi Presean. (Deviantart)
Indonesia adalah bangsa petarung. Hal ini sudah dibuktikan oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Tercatat dalam sejarah, bagaimana menakutkannya bangsa mongolia china bagi bangsa-bangsa lain di daerah asia saat memperluas daerah kekuasaannya, dan membuat kuatir bangsa-bangsa eropa karena ekspansi bangsa mongolia china mulai mendekati kawasan eropa. Namun kemudian bangsa-bangsa di eropa bernapas lega saat bangsa mongolia china melakukan ekspansi ke nusantara. Apa sebab?..... ternyata bangsa mongolia china mengalami batu sandungan saat berusaha menaklukkan nusantara, yang berakibat pada memudarnya jaman kejayaan bangsa mongolia china.
Warisan adat Indonesia yang memacu adrenalin-kavaleri mongolia china
Tentara kavaleri mongolia china (Image source)

Hanya politik pecah belah yang membuat bangsa Indonesia akhirnya mampu dijajah oleh bangsa-bangsa penjajah. Sejarah revolusi kemerdekaan mencatat, bagaimana pahitnya pihak sekutu yang penuh percaya diri setelah memenangkan perang dunia 2 saat menjejakkan kakinya di Indonesia, harus merasakan 'tari-tarian' bangsa Indonesia yang gagah berani.

Berikut ini adalah artikel berseri tentang sebagian WARISAN ADAT INDONESIA YANG BAHAYA DAN MEMACU ADRENALIN, yang mampu mendidik bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa petarung. Adat yang terkadang cukup ekstrim dan penuh tantangan dan bahaya.

DEBUS

debus-makan api
Warisan adat Indonesia-Debus (Image source)
Ada berbagai versi mengenai asal adat kesenian debus ini. Ada beberapa kalangan yang menyatakan kalau kesenian debus ini berawal pada abad XVI, yaitu pada masa Sultan Maulana Hasanuddin. Sedangkan pada masa Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1692), Aktrasi debus dijadikan sebuah sarana yang digunakan untuk meningkatkan semangat juang dari rakyat Banten untuk melawan penjajah Belanda.

Debus-goreng telur (image source)
Kalangan yang lain menyatakan Debus berasal dari sebuah tarikat, yaitu tarikat Rifa’iyah. Tarikat ini dinisbatkan kepada seorang syaikh yang bernama Syaikh Ahmad Rifa’i al Baghdady. Syaikh Ahmad Rifa’i adalah seorang tokoh sufi yang mengajarkan tentang kekhusyukan (ketenangan dan kosentrasi) dalam berdoa/berdzikir kepada Alloh SWT, dimana untuk menguji kekhusyukan ini murid-murid dari Syaikh Ahmad Rifa’i menyulut tubuh muridnya dengan api, digigitkan ular, ditusuk besi dan lain-lain. Dan jika si murid masih sakit dan berteriak, itu bertanda belum khusyuknya dalam berdzikir.

Warisan adat Indonesia-Debus banten (image source)
Daerah yang terkenal dengan kesenian debus adalah di Banten, walaupun sebenarnya diberbagai daerah di Indonesia banyak juga kesenian yang sama atau mirip dengan debus Banten. Adapun atraksi dari debus ini merupakan gabungan seni tari, seni suara dan seni olah kebatinan. Pertunjukan dari atraksi debus dimulai dengan pembukaan atau biasa disebut gembung, yaitu pembacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, dzikir kepada Alloh SWT yang diiringi alat musih tabuh, selanjutnya lantunan dzikir dengan suara keras yang disebut beluk. Bersamaan dengan beluk, atraksi debus dimulai seperti menusuk perut dengan tombak, gada atau yang lainnya, sesuai dengan selera pemain, yang ternyata atraksi tersebut tidak menimbulkan luka, atau atraksi mengiris anggota tubuh dengan senjata tajam, makan api, menusuk jarum ke dalam lidah, kulit pipi atau anggota tubuh lainnya, atraksi menggoreng telur di atas kepala, atau atraksi-atraksi lain yang menurut kalangan umum dianggap berbahaya.

PASOLA

Warisan adat Indonesia yang bahaya & pacu adrenalin-pasola
Adat yang pacu adrenalin-pasola (Dhy_Qhu)
Pasola adalah suatu tradisi adat unik yang terdapat di kampong Kodi, Lamboya, Wonokaka dan Gaura di Kabupaten Sumba Barat Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tradisi adat Pasola ini berasal dari kata Sola atau Hola yang mempunyai arti sejenis lembing kayu yang digunakan untuk saling melempar antara 2 kelompok yang berlawanan di atas kuda yang berlari. Setelah mendapat tambahan kata Pa yang artinya adalah permainan. Jadi kata Pasola bisa diartikan permainan saling melempar lembing kayu yang dilakukan di atas kuda yang sedang berlari kencang. Adapun tradisi adat Pasola ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan upacara tradisional di Propinsi Nusa Tenggara Timur.

pasola-warisan adat Indonesia yang bahaya dan pacu adrenalin
Pasola-adat yang pacu adrenalin (image source)
Tradisi adat Pasola dilakukan di daerah dengan kontur wilayah padang yang luas, karena menggunakan kuda sebagai sarana permainannya. Setiap kubu yang berlawanan mempunyai masing-masing anggota sekitar 100 orang pemuda yang membawa tombak kayu yang digunakan sebagai senjata, dengan diameter rata-rata 1,5 cm. Walaupun senjata lembing kayu ini berujung tumpul, namun permainan ini cukup berbahaya dan dapat memakan korban jiwa, korban tersebut bisa berupa terkena lemparan lembing kayu atau terjatuh dari kuda yang berlari kencang, karena suasana Pasola mirip dengan perang besar jaman dahulu. Ada kepercayaan di antara masyarakat yang melestrarikan Pasola, jika ada korban dalam adat Pasola, hal ini lebih banyak disebabkan karena korban tersebut telah melakukan pelanggaran yang akhirnya dihukum oleh para dewa. Ketika pelaksanaan Pasola berlangsung, darah yang keluar dari peserta Pasola dianggap berkhasiat untuk menyuburkan tanah dan menyukseskan panen. Bila terjadi kematian dalam permainan Pasola, maka hal ini dipandang oleh masyarakat setempat bahwa telah terjadi kesalahan berupa pelanggaran norma adat yang dilakukan oleh warga pada tempat diadakannya adat tradisi Pasola tersebut.

PRESEAN

Presean-Warisan adat Indonesia yang pacu adrenalin (deviantart)

Tradisi adat tarung Presean adalah kesenian khas suku Sasak Lombok di Propinsi Nusa Tenggara Barat. Adat Presean ini awal mulanya adalah sebagai suatu symbol kegembiraan para prajurit Lombok setelah berhasil mengalahkan lawan mereka di medan peperangan. Adat ini kemudian menjadi suatu simbol maskulin atau kejantanan para pemuda suku Sasak di Lombok propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Adat Presean merupakan pertarungan adu nyali antara dua pemuda suku Sasak yang dilengkapi dengan tongkat yang terbuat dari rotan dan pelindung atau perisai yang terbuat dari kulit kerbau yang tebal dan keras. Pepadu adalah nama panggilan untuk para petarung, sedang Pekembar Sedi sebutan untuk wasit pinggir lapangan dan wasit yang bertugas di tengah mengatur pertarungan disebut dengan Pekembar.
Presean-Warisan adat Indonesia yang pacu adrenalin (deviantart)
Pepadu (petarung) akan bertemu di tengah lapangan dengan bertelanjang dada, menggunakan penutup kepala khas suku Sasak yang disebut dengan Capuk, serta memakai kain sarung khusus yang telah disediakan untuk prosesi adat presean.

Budaya adat Presean ini kemudian menjadi suatu tradisi yang mempunyai keunikan sendiri dan memikat para penonton baik domistik maupun mancanegara, setelah para Pepadu memasukkan unsur hiburan didalamnya, seperti dengan menambahkan gaya beladiri disertai dengan ekspresi dan tingkah yang lucu terkadang konyol saat berhasil menyisakan bekas sabetan rotan di tubuh lawan tanding.


Masih banyak warisan adat Indonesia yang bahaya dan memacu adrenalin. Lain waktu akan berlanjut seri artikel Warisan adat Indonesia yang bahaya ini.




sumber: google, wikipedia, Deviantart, dll

No comments

Post a Comment